ACC Go To Jogja

Senin, 09 Agustus 2010

Pada tanggal 6 Agustus 2010, ACC bersama petani kluster jambu getas metah dan pisang raja bulu bertandang ke Yogyakarta dalam rangka peningkatan pengetahuan dan wawasan di bidang pertanian. Tujuan pertama rombongan ialah menyaksikan pameran diversifikasi pangan di halaman kantor BKPP Propinsi DIY. Dalam pameran tersebut, ditampilkan berbagai macam produk pangan olahan berbahan baku lokal seperti ketela, ubi jalar, sukun, ganyong dan pisang yang diolah menjadi kue, cake, krupuk, dodol dan lain-lain. Pengunjung diberi kesempatan untuk mencicipi hasil olahan tersebut serta bertanya pada petugas penjaga stand. Dari kegiatan pameran ini, para petani yang turut menyaksikan mendapat tambahan ilmu tentang jenis produk olahan serta cara pengemasan yang baik. Selain itu, juga dapat menambah jaringan pasar dengan pelaku usaha pertanian khususnya di wilayah DIY.

Kemudian kunjungan dilanjutkan ke Pakem untuk menyaksikan kebun buah naga milik seorang petani sukses, Gun Soetopo. Akan tetapi karena ada beberapa kendala, rombongan baru bisa sampai lokasi kebun ketika hari sudah gelap. Meskipun demikian, hal tersebut tidak mengurangi semangat rombongan untuk meninjau lokasi dan berdialog dengan petani penggarap kebun. Dari hasil dialog tersebut, crew ACC yang juga berprofesi sebagai PPL Pertanian serta petani kluster mendapat semangat untuk senantiasa berkarya dan memajukan pertanian.

Apapun kegiatan yang dilakukan, tampaknya akan kurang bermanfaat jika tidak ada tindak lanjut yang nyata. Oleh karena itu, dari kegiatan ACC go to Jogja ini diharapkan ada keberlanjutan yang dapat memberi manfaat positif, baik bagi personil ACC maupun bagi petani dan masyarakat luas. Pertanian kita bisa berjaya jika kita mau bergerak dan berusaha untuk mencapainya, bukan dengan angan-angan kosong atau sekedar konsep tanpa langkah yang nyata.

Salam SuksesMulia

Olahan Jambu Biji Merah Dipamerkan

Kamis, 05 Agustus 2010

Dalam rangka meningkatkan kemampuan, pengetahuan dan keterampilan petani jambu biji di kecamatan Pageruyung, diadakan program Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SL-PHT). Program ini diikuti oleh 30 petani jambu biji, meliputi 14 kali pertemuan yang dilaksanakan satu minggu sekali dimulai dari bulan April 2010. Pada pertemuan mingguan ini, petani dilatih untuk melakukan pengamatan di lahan, meliputi pengamatan hama dan penyakit yang menyerang tanaman. Selain itu juga dilakukan pengamatan terhadap populasi musuh alami yang merupakan predaoir bagi hama. Setelah dilakukan pengamatan di lahan, kemudian dilanjutkan dengan diskusi atas hasil pengamatan dan dibuat kesimpulan harian. Setelah itu dilanjutkan dengan pemberian materi yang disampaikan oleh pemandu kegiatan. Selain materi, petani juga diajari untuk membuat membuat pupuk dan pestisida organik yang ramah lingkungan.

Pada pertemuan yang terakhir pada tanggal 5 Agustus 2010, dilaksanakan acara penutupan sekaligus field day program SL-PHT Jambu Biji yang bertempat di balai desa Tambahrejo Kecamatan Pageruyung, diikuti oleh 60 orang yang terdiri dari petani jambu, PPL, serta BPTPH Propinsi Jawa Tengah. Dalam kegiatan ini ditampilkan berbagai hasil praktek dari petani peserta SL-PHT meliputi pupuk organik, pestisida organik, buah jambu segar serta berbagai produk olahan seperti sirup, dodol, manisan dan selai jambu biji. Akan tetapi berbagai produk hasil praktek tersebut sampai saat ini masih dipasarkan hanya kalau ada pesanan karena masih diproduksi dalam skala kecil.

Salah satu peserta yang juga koordinator kegiatan, Widoko, mengharapkan ada tindakan lanjutan dari progam SL-PHT seperti pendampingan dari PPL maupun kerjasama dengan berbagai stakeholder terkait untuk memajukan jambu biji di kabupaten Kendal. Diharapkan juga ada kerjasama dengan Forum Rembug Kluster jambu getas merah yang merupakan wadah bagi seluruh petani jambu di kabupaten Kendal. Dengan kerjasama dari berbagai pihak ini, jambu biji merah varietas getas dapat menjadi buah unggulan kabupaten Kendal serta dapat menjadi komoditas yang dapat meningkatkan kesejahteraan petani.

Kata - kata Penyemangat...

Rabu, 04 Agustus 2010

Bismillahirrahmaanirrahim..

Ini ada beberapa kata-kata penyemangat yang ane ambil dari sms-sms, semoga bisa bermanfaat 'tuk mengingatkan dan mengembalikan semangat yang mulai kendur. Mungkin temen-temen udah ada yang pada tahu sebelumnya... Semoga bermanfaat.

- saat kau merasa lelah dan tak berdaya karena harapan dan cita-citamu belum tercapai, ingatlah Allah mengetahui betapa gigih kau berusaha. Saat kau kesepian dan kawanmu terlalu sibuk meski untuk menyapa, ingatlah Allah berada di sisimu. Ketika semuanya kau anggap tak masuk akal dan kau merasa bingung, maka Allah memiliki jawabannya. Sempurnakan ikhtiar dan bertawakallah.

- Wanita cantik melukiskan kekuatan lewat masalahnya. Tersenyum saat tertekan, tertawa di saat hati sedang menangis, memberkati di saat terhina, mempesona karena memaafkan..Wanita cantik, mengasihi tanpa pamrih dan bertambah kuat dalam doa dan pengharapan. Pesan ini dikirim khusus untuk tiap wanita cantik kepunyaan Allah..

- Do you know? Di sana ada yang selalu memperhatikanmu walau kamu gk peduli, selalu care banget sama kamu walau kamu merasa gk butuh..Selalu sayang kamu, walau kamu tidak merasa ia sayangi, selalu melindungimu...walau kamu mengeluh, selalu ada buat kamu ..walau kamu mungkin lupa dengan keberadaannya..Guess who?? Our God..Allah swt..Keep Allah in your heart..karena Dia tidak akan pernah ninggalin kamu..

- Jika mata adalah cahaya, maka hati adalah permata ..Saat bahagia merona, maka cinta adalah warna..Apabila senyum adalah ibadah, maka teman seperti kalian adalah anugrah..

- Selalu ada harapan dalam keyakinan, selalu ada keteguhan dalam kesabaran, selalu ada hikmah dalam kesyukuran dan selalu ada doa dalam ukhuwah. Untukmu yang tak pernah lelah menuju kesempurnaan..

- ikhwah, dakwah ini dibangun di atas iman, dikuatkan dengan ukhuwah, dijaga dengan mahabbah. Mari lupakan perbedaan, mari kembali berangkulan menuju cita-cita kita bersama, cita-cita dakwah.

- Ketika perjuangan terasa sangat melelahkan, Ketika diri telah sangat lelah memikul segala amanah. Ketika hati sudah merasa jenuh dan bosan. Maka ingatlah janji Allah kepada mereka yang sabar dan ikhlas dalam menjalankan amanahnya.

- Jika kumbang bersedih, ia punya bunga tempat mengadu. Jika bulan menangis, ada bintang yang menghapus air matanya..So, jika kamu bersedih kamu punya siapa? Engkau punya Allah saudara ku yang siap menerima semua curhatan dan keluhanmu. Bisa jadi kamu tidak memiliki apa-apa, tp pahamkan diri bahwa kamu masih memiliku Allah dalam dada.."Kejarlah Dia".. - Sesungguhnya para pejuang tidak akan pernah merugi. Tiap keringatnya kan jadi mutiara, air matanya kan jadi pahala, lelahnya sebagai pahala dan gugurnya bernilai syurga.

- Jangan pernah berharap akan datang pahlawan yang akan menyelesaikan amanah dakwah ini, ia tidak akan pernah datang, karena sesungguhnya ia ada disini, dalam setiap diri kita, ia hanya butuh ikrar untuk menjemput takdir kepahlawanannya, ikrar akan sebuah komitmen untuk istiqomah, tekun, ulet dan doa serta penghambaan totalitas.

- Optimislah, karena sesungguhnya Allah selalu bersamamu, para malaikat senantiasa memohonkan ampunan untukmu dan surga telah menantimu.

Udah siap kan menghadapi Ramadhan 1431 ini?!
Tetap berjuang untuk kejayaan dan kesejahteraan petani Indonesia!!!
Berjuang untuk Indonesia juga Ibadah.
Afw ya Fif, ane belum ngirim sms-sms untuk menyemangati ikhwan, karena personil ACC 90% akhwat, hehe

Sukses Petani Jambu Getas Merah : Tanam Pertama 90 Bibit, Kini Kelola 12 Ha

KESUKSESAN dan rezeki manusia memang tidak didapat dengan hanya berpangku tangan. Abdul Kurnen (50), petani jambu getas merah asal Desa Magersari Kecamatan Patean misalnya. Dirinya berhasil menuai sukses membudidayakan jenis jambu getas merah setelah sebelumnya sempat terpuruk saat mencoba usaha lain. Ketika ditemui di rumahnya kemarin dirinya menjelaskan, sebelum berhasil membidangi usaha perkebunan jambu, dia beberapa kali sempat mengalami kegagalan saat mencoba menanami tanahnya dengan padi, pisang lalu kemudian mencoba membudidaya ikan koi.


“Awal tahun 2000-an, saya beberapa kali sempat gagal saat mencoba menseriusi perkebunan pisang dan ternak ikan koi. Tahun 2003, setelah membaca di sebuah majalah holtikultura, saya mendapatkan inspirasi untuk menanami kebun saya dengan jambu getas yang saat itu baru ada di Bogor,” katanya. Awal proses usahanya, dia hanya menanam 90 bibit pohon jambu merah yang dia dapat langsung dari Bogor. Dengan berkembangnya pengetahuan tentang tanaman jambu, serta meningkatnya minat masyarakat atas buah jambu merah, kini usaha yang ditekuninya mampu memberikan omzet yang cukup besar bagi dia dan keluarganya. “Saat ini saya mengelola 12 hektare kebun jambu. Setiap hektarenya bisa menghasilkan tiga kuintal buah jambu yang bisa langsung dipasarkan ke beberapa kota, khususnya Semarang, Surabaya dan Yogjakarta,” paparnya.

Ditambahkan, menanam jambu memang memberikan keuntungan tersendiri dibanding menanam padi atau pisang. Dikarenakan, setiap tanaman yang sudah berbuah secara produktif, para petani bisa memanen 100 kali dalam satu tahun. Meskipun, harga buah jambu setiap bulan bisa berubah dan fluktuasi harganya sangat tinggi.
“Sekilo jambu kita jual dengan kisaran Rp. 1.000 hingga Rp 6.000. Naik turunnya harga tergantung banyak tidaknya hasil panen. Saat panen raya, khususnya di bulan Desember, harga per kilo jambu bisa sangat rendah hingga mencapai Rp. 1.000,” papar dia. Terkendala Pemasaran Dikatakan, meski bisa dikatakan sudah cukup sukses sebagai petani, ada beberapa kendala yang dihadapi para petani jambu pada umumnya. Yaitu terkait manajemen pemasaran yang menurutnya cukup sulit, khususnya ketika panen melimpah.

“Para petani sangat sulit memasarkan hasil panen saat panen melimpah. Apalagi jika panen itu juga dibarengi panen buah-buah lainnya. Maka untuk itu kita berusaha melakukan terobosan dengan mengolah hasil panen sebagai produk kemasan seperti jus dan sirup,” kata pria yang juga ketua klaster jambu getas merah Kendal.

Sementara itu anggota Fraksi PKS DPRD Kabupaten kendal, Kartika Nursapto menilai potensi jambu getas merah cukup bagus untuk dijadikan buah khas Kendal. Sayangnya, selamaa ini pemkab belum begitu serius membantu mengenalkan produk dari petani di pasar nasional.
‘’Kalau dikembangkan dan dikelola dengan baik, jambu merah bisa menjadi salah satu ikon Pemkab Kendal mendampingi pisang raja bulu,’’ pungkasnya. (Lanang Wibisono-14)

PELATIHAN PISANG RAJA BULU : SUARA MERDEKA 4 AGUSTUS 2010

Alhamdulilah puji syukur ke hadlirat Allah SWT, kembali ACC diajak oleh kluster pisang raja bulu Kabupaten Kendal untuk ikut serta dan aktif memberikan peran aktifnya di masyarakat petani. hal ini membuktikan bahwa keseriusan teman-teman yang militansinya tinggi ini benar-benar sudah memahami perjuangan dalam menjalankan peran aktifnya di masyarakat. Tidak ada waktu terbuang kecuali buat petani dan kemajuan pertanian. Berikut kami kutip pemberitaan dari rekan wartawan Suara Merdeka hari Rabu 4 Agustus 2010.

KENDAL- Sebanyak 39 anggota Klaster Pisang Bulu, Kecamatan Patebon mengikuti pelatihan pengolahan pisang yang diadakan oleh Klaster Pisang Raja Bulu Kendal, Selasa (3/8).

Menurut Sarifudin, Sekretaris Klaster Kendal, pelatihan itu untuk memberikan ketrampilan para petani dalam mengolah pisang yang melimpah, khususnya di Kecamatan Patebon.
Selain itu, pelatihan itu juga meningkatkan kemampuan pengolahan pisang para petani pisang raja bulu yang ada di daerah tersebut.

“Diharapkan dengan pelatihan ini bisa meningkatkan penghasilan petani. Karena sebelumnya, banyak petani yang menjual hasil panen secara langsung. Dengan harga yang cukup rendah untuk pisang yang hasilnya kurang baik.”
Kartika Nursapto, anggota Komisi A DPRD Kendal yang mendampingi proses pelatihan itu mengatakan, produksi pisang raja bulu di Kecamatan Patebon cukup tinggi. Bahkan, khusus di Desa Bangunsari, Kecamatan Patebon untuk sekali panen tiap 15 hari sekali, para petani bisa mengirim satu truk pisang ke distributor.

Di Desa Bangunsari itu sendiri, ada sekitar 150 hektare lahan perkebunan pisang raja bulu. “Dalam sebulan petani bisa memanen dua kali. Diharapkan, dengan mengikuti pelatihan ini saat hasil panen melimpah bisa diolah sehingga memiliki nilai jual tinggi,” pungkasnya. (lan-52)


Mengenal dan Membuat ZPT Dengan Mudah

Minggu, 01 Agustus 2010

Zat pengatur tumbuh (ZPT) terdiri dari fitohormon dan senyawa-senyawa organik sintetik yang sama dengan fitohormon atau yang mempunyai efek sama dengan fitohormon. Fitohormon atau hormon tumbuhan adalah senyawa organik bukan nutrisi yang aktif dalam jumlah kecil (10-6-10-5 M) yang disintesa dari bagian tertentu dari tanaman dan pada umumnya diangkut ke bagian lain dimana zat tersebut menimbulkan tanggapan secara biokimia, fisiologis dan morfologis. Hormon tumbuhan merupakan bagian dari proses regulasi genetik dan berfungsi sebagai prekursor. Rangsangan lingkungan memicu terbentuknya hormon tumbuhan. Bila konsentrasi hormon telah mencapai tingkat tertentu, sejumlah gen yang semula tidak aktif akan mulai ekspresi. Dari sudut pandang evolusi hormon tumbuhan merupakan bagian dari proses adaptasi dan pertahanan diri tumbuh-tumbuhan untuk mempertahankan kelangsungan hidup jenisnya.

Menurut Wattimena, seorang profesor dari Institut Pertanian Bogor (IPB), ZPT dibedakan menjadi 6 kelompok, yaitu auksin, giberelin, sitokinin, asam absisik (ABA), etilen dan retardan. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, ZPT banyak digunakan dalam pertanian modern untuk meningktkan kualitas serta kuantitas produk. Beberapa fungsi ZPT diantaranya ialah :

a. AUKSIN

1. Perkecambahan biji. Auksin akan mematahkan dormansi biji (biji tidak mau berkecambah) dan akan merangsang proses perkecambahan biji. Perendaman biji/benih dengan Auksin juga akan membantu menaikkan kuantitas hasil panen.

2. Pembentukkan akar. Auksin akan memacu proses terbentuknya akar serta pertumbuhan akar dengan lebih baik.

3. Pembungaan dan pembuahan.
Auksin akan merangsang dan mempertinggi prosentase timbulnya bunga dan buah.

4. Mendorong Partenokarpi.
Partenokarpi adalah suatu kondisi dimana tanaman berbuah tanpa fertilisasi atau penyerbukan sehingga dapat menghasilkan buah tanpa biji.

5. Mengurangi gugurnya buah sebelum waktunya.

6. Mematahkan dominansi pucuk / apikal, yaitu suatu kondisi dimana pucuk tanaman atau akar tidak mau berkembang.

b. SITOKININ

1. Pembelahan sel dan pembesaran sel. Sitokinin memegang peranan penting dalam proses pembelahan dan pembesaran sel, sehingga akan memacu kecepatan pertumbuhan tanaman.

2. Pematahan Dormansi biji. Sitokinin berfungsi untuk mematahkan dormansi (tidak mau berkecambah) pada biji-bijian tanaman.

3. Pembentukkan tunas-tunas baru,turut dipacu dengan penggunaan Sitokinin.

4. Penundaan penuaan atau kerusakan pada hasil panenan sehingga lebih awet.

5. Menaikkan tingkat mobilitas unsur-unsur dalam tanaman.

6. Sintesis pembentukkan protein akan meningkat dengan pemberian Sitokinin.

c. GIBERELIN

1. Mematahkan dormansi atau hambatan pertumbuhan tanaman sehingga tanaman dapat tumbuh normal (tidak kerdil) dengan cara mempercepat proses pembelahan sel.

2. Meningkatkan pembungaan.

3. Memacu proses perkecambahan biji. Salah satu efek giberelin adalah mendorong terjadinya sintesis enzim dalam biji seperti amilase, protease dan lipase dimana enzim tersebut akan merombak dinding sel endosperm biji dan menghidrolisis pati dan protein yang akan memberikan energi bagi perkembangan embrio diantaranya adalah radikula yang akan mendobrak endosperm, kulit biji atau kulit buah yang membatasi pertumbuhan/perkecambahan biji sehingga biji berkecambah.

4. Berperan pada pemanjangan sel.

5. Berperan pada proses partenokarpi. pada beberapa kasus pembentukan buah dapat terjadi tanpa adanya fertilisasi atau pembuahan, proses ini dinamai partenokarpi.

Petani dapat membuat sendiri larutan yang mengandung ZPT dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ada di sekitarnya. Berikut ini beberapa resep praktis dalam pembuatan auksin, sitokinin dan giberelin :

a. AUKSIN

Bahan : 1 Kg Keong mas / Bekicot, 5 Lt Air, 1 Kg Gula / Tetes tebu, 1 gelas EM4

Cara Pembuatan :

Keong mas/bekicot direbus dengan air sampai mendidih kemudian diambil dagingnya, cangkang dibuang. Setelah dingin, masukkan EM4, aduk dan campur sampai rata. Masukkan dalam wadah, tutup dengan plastik lalu ikat dengan karet. Simpan dan letakkan pada tempat yang teduhm biarkan selama 12-15 hari.

b. SITOKININ

Bahan : 1 Kg bonggol pisang, 5 Lt air, 1 Kg gula, 1 gelas EM4

Cara Pembuatan :

Bonggol pisang dicacah atau diblender kemudian dicampur dengan semua bahan. Aduk sampai rata, masukkan dalam wadah kemudian tutup denga plastik dan ikat memakai karet. Simpan dan diamkan selama 12-15 hari pada tempat yang teduh.

c. GIBERELIN

Bahan : 1 Kg rebung bambu, 5 Lt air, 1 Kg gula, 1 gelas EM4

Cara Pembuatan :

Kupas rebung bambu, kemudian dicacah kecil-kecil dan dicampur dengan semua bahan lainnya. Aduk sampai rata, masukkan dalam wadah kemudian tutup denga plastik dan ikat memakai karet. Simpan dan diamkan selama 12-15 hari pada tempat yang teduh.

Kendal Diambil dari Nama Sebuah Pohon

Mungkin belum orang yang mengetahui bahwa ada sebuah pohon yang bernama Kendal. Sejauh ini nama Kendal dikenal sebagai salah satu kabupaten yang terletak di propinsi Jawa Tengah. Ternyata jika dilihat dari sejarah, nama Kendal diambil dari nama sebuah pohon yakni Pohon Kendal.

Pohon yang berdaun rimbun itu sudah dikenal sejak masa Kerajaan Demak pada tahun 1500 - 1546 M yaitu pada masa Pemerintahan Sultan Trenggono. Pada awal pemerintahannya tahun 1521 M, Sultan Trenggono pernah memerintah Sunan Katong untuk memesan Pusaka kepada Pakuwojo. Menurut kisah, Sunan Katong pernah terpana memandang keindahan dan kerindangan pohon Kendal yang tumbuh di lingkungan sekitar. Sambil menikmati pemandangan pohon Kendal yang nampak "sari" itu, Beliau menyebut bahwa di daerah tersebut kelak bakal disebut "Kendalsari".


Dalam acara Pekan Seni dan Pameran Pembangunan (PSPP) kabupaten Kendal, pohon Kendal ditampilkan di stand Kantor Lingkungan Hidup. Acara yang dilaksanakan untuk memeriahkan hari jadi Kendal ini dapat dikunjungi mulai tanggal 29 Juli sampai dengan 5 Agustus 2010 di stadion baru Kendal. Dengan adanya acara seperti ini, diharapkan dapat memperluas pengetahuan masyarakat tentang segala hal yang terkait dengan Kendal, termasuk sejarahnya.

 
 
 
 
Copyright © Agri Care Community