Tampilkan postingan dengan label event. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label event. Tampilkan semua postingan

Laporan ACC Berbagi

Senin, 06 September 2010

Semarak Ramadhan
di Panti Asuhan

Sabtu, 28 Agustus 2010
Panti Asuhan Syarifudin - Kendal

Sekretariat ACC :
Jl. Raya Cepiring No. 172 RT 07 RW 01
Cepiring Kendal
www.agricarecommunity.blogspot.com
email : acc.kendal@gmail.com
Cp. 081 249 494971




Pendahuluan
Bulan Ramadhan datang setahun sekali dengan membawa berkah bagi seluruh umat, membawa maghfiroh bagi hamba yang banyak dosa, dan membawa kemenangan bagi hamba yang berjuang melawan hawa nafsu. Kesempatan dan peluang emas ini harus kita manfaatkan semaksimal mungkin untuk beramal sholih yang sebanyak-banyaknya. ACC sebagai sebuah komunitas berbasis pertanian yang peduli terhadap masalah sosial dan lingkungan, juga telah melaksanakan kegiatan di bulan Ramadhan ini. Sebagai bentuk kepedulian terhadap anak yatim piatu, telah terlaksana sebuah kegiatan bertema ”ACC Berbagi... Semarak Ramadhan di Panti Asuhan.”

PESERTA KEGIATAN
Peserta kegiatan meliputi anak-anak panti asuhan Syarifudin sebanyak 27 orang, pengurus panti sebanyak 8 orang, donatur dan ACC crew sebanyak 10 orang.

PELAKSANAAN KEGIATAN

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 28 Agustus 2010 di ruang kelas TKIT Syarifudin dengan susunan acara sebagai berikut :
16.30 – 16.45 : - Pembukaan
- Tilawah Al Quran
- Pembacaan puisi oleh perwakilan anak panti asuhan
16.45 – 17.00 : - Sambutan pihak ACC oleh Bp. Kartika Nursapto, SE
- Sambutan pihak Panti Asuhan oleh Bp. Bambang Suseto dilanjutkan dengan penyerahan santunan
17.00 – 17.15 : Tausiyah yang disampaikan oleh ust. Jaelani
17.15 – 17.40 : Motivation for Kids “Aku Bissaaa…” oleh Bp. Ahmad Syaifudin
17.45 – selesai : Doa dilanjutkan iftor jama’i dan shalat Maghrib berjamaah


Rencana Anggaran
PEMASUKAN PENGELUARAN
Kas ACC : Rp. 200.000 Takjil : Rp. 650.000
Donatur : Rp. 900.000 Santunan : Rp. 350.000
Pembicara : Rp. 100.000
Jumlah Rp.1.100.000 Jumlah Rp. 1.100.000



Realisasi Anggaran
PEMASUKAN PENGELUARAN
Donatur : Rp. 1.520.000 Konsumsi : Rp. 535.000
Santunan : Rp. 500.000
Transportasi : Rp 50.000
Takjil : Rp 100.000
Kartu Ucapan : Rp 35.000
Jumlah Rp.1.520.000 Jumlah Rp. 1.220.000

Catatan :
Saldo kegiatan sebesar Rp 300.000 akan diberikansebagi santunan kepada pengurus panti asuhan di Botomulyo, Kendal.

PENUTUP
Demikian laporan kegiatan ini kami buat sebagai bentuk pertanggung jawaban kami. Ucapan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kami sampaikan kepada para donator dan pihak-pihak yang telah membantu pelaksanaan kegiatan ini.

Membuat Kompos dengan APPO

Jumat, 27 Agustus 2010


Pupuk merupakan salah satu faktor penunjang dalam budidaya tanaman yaitu sebagai penyedia unsur hara atau sumber makanan bagi tanaman. Meurut kandungannya, pupuk dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu pupuk anorganik yang berasal dari bahan kimia dan pupuk organik yang bersumber dari alam. Saat ini sebagain besar petani memberikan pupuk anorganik pada tanaman yang dibudidayakannya. Ironinya, pemberian pupuk kimia ini seringkali tidak memenuhi prinsip enam tepat yaitu tepat waktu, mutu, jumlah, harga, jenis dan tepat tempat. Dalam prakteknya petani seringkali memupuk dalam jumlah melebihi dosis (tidak tepat jumlah), memupuk ketika punya uang (tidak tepatwaktu) atau hanya memberi pupuk dengan jenis tertentu saja. Hal ini mengakibatkan tanah pertanian menjadi rusak dan kehelingan keseimbangannya.
Penggunaan bahan-bahan organik dalam budidaya tanaman dianggap sebagai salah satu langkah yang dapat memperbaiki kondisi tanah pertanian yang sebagian besar sudah mengalami penurunan kualitas. Bahan organik dapat memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah. Dalam setiap kesempatan memberi penyuluhan, PPL Pertanian sering menyampaikan pada petani agar mengembalikan bahan organik pada tanah pertanian serta mengurangi penggunaan pupuk kimia. Apalagi Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi telah mengalami kenaikan sebesar 35 % sejak 6 April 2010 yang lalu dan pada tahun-tahun mendatang subsidi pupuk akan terus dikurangi. Dampaknya adalah harga pupuk akan terus melambung tinggi sehingga biaya produksi pun juga ikut meningkat. Jika petani tidak dibiasakan untuk menggunakan pupuk organik terutama buatan sendiri, maka dikhawatirkan kesejahteraan petani tidak akan pernah tercapai karena selalu mengalami kerugiaan akibat biaya produksi yang tinggi.
Sebagai salah satu upaya mengenalkan pertanian organik kepada petani, Kementrian Pertanian RI memberikan bantuan APPO (Alat Pembuatan Pupuk Organik). Desa Pucakwangi kecamatan Pageruyung kabupaten Kendal merupakan salah satu desa yang mendapatkan alokasi bantuan APPO. Pada tanggal 26 Juli 2010 kelompok tani Sido Dadi dan Sido Muncul desa Pucakwangi diberi pelatihan tentang pembuatan pupuk organik padat (kompos) dengan menggunakan APPO. Kegiatan yang dipandu oleh PPL kecamatan Pageruyung serta pihak Dinas Pertanian kabupaten Kendal ini mendapat sambutan yang hangat dari para petani. Dengan penuh antusias, para petani melaksanakan petunjuk dan arahan yang disampaiakan para pemandu. Pembuatan kompos dimulai dengan mencacah jerami padi dengan APPO kemudian disusun setinggi kurang lebih 20 cm, lalu diatasnya diberi kotoran sapi. Setelah itu disemprot dengan larutan yang terdiri dari EM4, tetes tebu dan air sampai rata. Larutan EM4 ini mengandung bakteri dan mikroba yang nantinya akan membantu proses penguraian jerami dan kotoran hewan. Tumpukan jerami dan kotoran sapi dibuat dalam beberapa lapis dan setiap lapisnya disemprot dengan larutan EM4 sampai kurang lebih mencapai tinggi satu meter. Langkah selanjutnya adalah menutup dengan terpal agar terlindung dari air hujan. Pada setiap minggu lapisan sebaiknya dibalik dan kompos sudah siap dipakai setelah satu bulan.
Kegiatan pelatihan pembuatan kompos seperti ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani. Kemanfaatan bagi petani akan terasa lebih nyata jika setelah dilatih, mereka mau melaksanakan dan mempraktekkan sendiri untuk membuat kompos. Dari hal yang kecil, kita bersama mensukseskan pertanian organik yang ramah lingkungan.
Salam SuksesMulia

Bertani Murah Hasil Melimpah

Selasa, 10 Agustus 2010

Kelompok Tani (Poktan) Sido Muncul desa Pucakwangi dan PPL Pertanian kecamatan Pageruyung kabupaten Kendal mengadakan study banding ke desa Kopeng kabupaten Semarang. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 8 Agustus 2010 ini mengunjungi Poktan Mardi Santoso yang dinilai telah banyak berprestasi meskipun baru terbentuk bulan Oktober tahun 2009. Desa Kopeng berada pada ketinggian lebih dari 1000 m dpl, sehingga komoditas yang dibudidayakan sebagian besar merupakan sayur dan tanaman hias. Dengan adanya pendampingan yang dilakukan oleh Dinas Pertanian kabupaten Semarang, komoditas yang dihasilkan sudah menembus pasar ekspor baik ke negara di wilayah Asia maupun ke Eropa. Beberapa sayuran yang dibudidayakan terasa asing bagi masyarakat pada umumnya, seperti rumin, horenso, bit, peterseli, red lettuce, head lettuce dan lobak. Menurut bapak Heri dari Dinas Pertanian kabupaten Semarang, beberapa negara tujuan ekspor khususnya di wilayah Asia saat ini masih bisa menerima sayuran yang belum murni organik tetapi ada aturan dalam hal penggunaan pestisida. Beberapa pestisida terutama yang mempunyai daya bunuh secara sistemik, tidak diperbolehkan disemprot pada tanaman sayur.

Petani anggota poktan Mardi Santoso memiliki semboyan “Bertani Murah Hasil Melimpah”, sebuah kalimat yang penuh makna. Kalimat ini didasarkan pada kebiasaan petani setempat yang memanfaatkan bahan-bahan lokal untuk dimanfaatkan menjadi pupuk, zat pengatur tumbuh dan pestisida. Penggunaan bahan kimia sangat diminimalisir, sehingga selain dapat menghemat biaya produksi, sayuran yang dihasilkan juga aman serta sehat untuk dikonsumsi. Untuk membuat pupuk, petani memanfaatkan kotoran ternak yang difermentasi dengan bantuan MOL (Mikro Organisme Lokal). Bahan pembuatan MOL sangat mudah diperoleh seperti nanas, air kelapa dan ragi. Sedangkan untuk mengatasi tidak terserapnya pupuk ke daun akibat hujan, dibuat P4 Plus dari lidah buaya yang berfungsi sebagai perekat. Untuk mengoptimalkan pertumbuhan tanaman, diaplikasikan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) yang juga dibuat sendiri.

Dengan adanya kegiatan study seperti ini, diharapkan dapat membuka wacana petani bahwa untuk mejadi petani sukses, tidak harus mengeluarkan biaya tinggi. Hal yang penting untuk keberhasilan segala sesuatu ialah semangat dan kemauan untuk maju. Menurut pepatah, dimana ada kemauan disitu ada jalan. Jayalah pertanian Indonesia agar petani sejahtera.

Salam SuksesMulia

ACC Go To Jogja

Senin, 09 Agustus 2010

Pada tanggal 6 Agustus 2010, ACC bersama petani kluster jambu getas metah dan pisang raja bulu bertandang ke Yogyakarta dalam rangka peningkatan pengetahuan dan wawasan di bidang pertanian. Tujuan pertama rombongan ialah menyaksikan pameran diversifikasi pangan di halaman kantor BKPP Propinsi DIY. Dalam pameran tersebut, ditampilkan berbagai macam produk pangan olahan berbahan baku lokal seperti ketela, ubi jalar, sukun, ganyong dan pisang yang diolah menjadi kue, cake, krupuk, dodol dan lain-lain. Pengunjung diberi kesempatan untuk mencicipi hasil olahan tersebut serta bertanya pada petugas penjaga stand. Dari kegiatan pameran ini, para petani yang turut menyaksikan mendapat tambahan ilmu tentang jenis produk olahan serta cara pengemasan yang baik. Selain itu, juga dapat menambah jaringan pasar dengan pelaku usaha pertanian khususnya di wilayah DIY.

Kemudian kunjungan dilanjutkan ke Pakem untuk menyaksikan kebun buah naga milik seorang petani sukses, Gun Soetopo. Akan tetapi karena ada beberapa kendala, rombongan baru bisa sampai lokasi kebun ketika hari sudah gelap. Meskipun demikian, hal tersebut tidak mengurangi semangat rombongan untuk meninjau lokasi dan berdialog dengan petani penggarap kebun. Dari hasil dialog tersebut, crew ACC yang juga berprofesi sebagai PPL Pertanian serta petani kluster mendapat semangat untuk senantiasa berkarya dan memajukan pertanian.

Apapun kegiatan yang dilakukan, tampaknya akan kurang bermanfaat jika tidak ada tindak lanjut yang nyata. Oleh karena itu, dari kegiatan ACC go to Jogja ini diharapkan ada keberlanjutan yang dapat memberi manfaat positif, baik bagi personil ACC maupun bagi petani dan masyarakat luas. Pertanian kita bisa berjaya jika kita mau bergerak dan berusaha untuk mencapainya, bukan dengan angan-angan kosong atau sekedar konsep tanpa langkah yang nyata.

Salam SuksesMulia

Olahan Jambu Biji Merah Dipamerkan

Kamis, 05 Agustus 2010

Dalam rangka meningkatkan kemampuan, pengetahuan dan keterampilan petani jambu biji di kecamatan Pageruyung, diadakan program Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SL-PHT). Program ini diikuti oleh 30 petani jambu biji, meliputi 14 kali pertemuan yang dilaksanakan satu minggu sekali dimulai dari bulan April 2010. Pada pertemuan mingguan ini, petani dilatih untuk melakukan pengamatan di lahan, meliputi pengamatan hama dan penyakit yang menyerang tanaman. Selain itu juga dilakukan pengamatan terhadap populasi musuh alami yang merupakan predaoir bagi hama. Setelah dilakukan pengamatan di lahan, kemudian dilanjutkan dengan diskusi atas hasil pengamatan dan dibuat kesimpulan harian. Setelah itu dilanjutkan dengan pemberian materi yang disampaikan oleh pemandu kegiatan. Selain materi, petani juga diajari untuk membuat membuat pupuk dan pestisida organik yang ramah lingkungan.

Pada pertemuan yang terakhir pada tanggal 5 Agustus 2010, dilaksanakan acara penutupan sekaligus field day program SL-PHT Jambu Biji yang bertempat di balai desa Tambahrejo Kecamatan Pageruyung, diikuti oleh 60 orang yang terdiri dari petani jambu, PPL, serta BPTPH Propinsi Jawa Tengah. Dalam kegiatan ini ditampilkan berbagai hasil praktek dari petani peserta SL-PHT meliputi pupuk organik, pestisida organik, buah jambu segar serta berbagai produk olahan seperti sirup, dodol, manisan dan selai jambu biji. Akan tetapi berbagai produk hasil praktek tersebut sampai saat ini masih dipasarkan hanya kalau ada pesanan karena masih diproduksi dalam skala kecil.

Salah satu peserta yang juga koordinator kegiatan, Widoko, mengharapkan ada tindakan lanjutan dari progam SL-PHT seperti pendampingan dari PPL maupun kerjasama dengan berbagai stakeholder terkait untuk memajukan jambu biji di kabupaten Kendal. Diharapkan juga ada kerjasama dengan Forum Rembug Kluster jambu getas merah yang merupakan wadah bagi seluruh petani jambu di kabupaten Kendal. Dengan kerjasama dari berbagai pihak ini, jambu biji merah varietas getas dapat menjadi buah unggulan kabupaten Kendal serta dapat menjadi komoditas yang dapat meningkatkan kesejahteraan petani.

Oleh-oleh Dari Kebun Jambu

Sabtu, 31 Juli 2010

Jambu Biji Merah. Siapa yang tidak tahu buah yang satu ini. Buah ini banyak sekali manfaatnya. Terutama buah dan daunnya sangat bermanfaat untuk meningkatkan trombosit darah saat kita terkena demam berdarah. Buah jambu bisa di jus atau di ambil sarinya lalu diminum secara rutin. Dan ternyata sangat ampuh untuk meningkatkan trombosit dalam darah.

Pada hari sabtu tanggal 24 Juli 2010, ACC Crew (Agri Care Community)berkunjung ke kebun jambu biji merah Getas di kebun Bapak Kornen untuk panen bersama. Jambu yang yang sudah terlihat kekuningan di petik lalu di grading dan dicuci lalu dipasarkan.

Setelah dari kebun, jambu yang sudah masak penuh di kemas untuk di olah ke tempat pembuatan sari buah. ACC crew bersama rekan dari pondok pesantren Barokah membuat sari buah jambu. Jambu 25 Kg ditambah dengan 7 Kg gula pasir diolah menjadi satu lalu disterilisasi dan jadilah sari buah jambu yang siap untuk dinikmati.

Pelatihan Menjadi Jurnalis dalam Sekejap "Publish Your Agriculture"

Kamis, 22 Juli 2010

Ketrampilan menulis sangat dibutuhkan untuk dapat mengkomunikasikan apa yang kita pikir kepada orang lain. Tidak hanya sekedar menulis tetapi bagaimana cara menulis yang efektif untuk mengabarkan suatu berita kepada khalayak.

Untuk itu maka pada tanggal 25 Juli 2010, ACC akan mengadakan pelatihan Menjadi Jurnalis dalam Sekejap "Publish Your Agriculture". Tema pertanian yang diangkat dalam pelatihan ini dikarenakan kecintaan akan pertanian dan bagaimana pertanian di masa mendatang.

Narasumber kegiatan ini melibatkan berbagai komponen yang kompeten dibidangnya masing-masing yaitu PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Pokja Kendal, BPTP, dan Humas Pemda yang berbertanggung jawab terhadap website pemda.

Untuk berita selanjutnya yang lebih lengkap. Tunggu infonya ya......

Laporan Fedep Expo

Rabu, 21 Juli 2010

Pada hari Rabu tanggal 21 Juli 2010, di kantor Bappeda Jawa Tengah mulai jam 08.00 sampai dengan 16.30 WIB telah diselenggarakan acara seminar dan pameran produk-produk yang selama ini telah dibina dan dilakukan pendampingan kerjasama antara Bappeda pada masing-masing kabupaten, propinsi dan kalangan swasta yang pendanaannya dibantu oleh semacam bantuan asing dari Jerman.

Acara seminar yang memperbincangkan tentang pengembangan pendanaan seperti UMKM bagi klaster-klaster dilakukan di kantor Bappeda lt. VI, yang diikuti oleh perwakilan dari semua kabupaten yang ada di Propinsi Jawa Tengah ini. Sebagai narasumber adalah dari Bank Indonesia Cabang Semarang. Maksud dari seminar ini adalah untuk semakin menumbuhkembangkan klaster-klaster yang ada agar ketika pendampingan kelak dilepas maka usaha-usaha yang dilakukan semakin meningkat dan berkembang serta dalam pencarian kebutuhan modal tidak mengalami kesulitan.

Sedangkan di halaman kantor Bappeda diselenggarakan pameran produk-produk unggulan dari masing-masing klaster yang dikembangkan dari kabupaten dilingkup Propinsi Jawa Tengah. hampir semua kabupaten mengirimkan produk olahan dan usahanya. Meski pengunjung yang datang masih terbatas dari kalangan PNS dilingkungan kantor Bappeda dan Pemkot Semarang, namun antusias mereka untuk membeli sangat tinggi. Hal ini dibuktikan dengan laris dan habisnya barang-barang yang dijual oleh klaster-klaster tersebut.

Tidak terkecuali Kabupaten Kendal yang mengirim produk olahan Jambu Getas Merah yang berujud Sari Buah, Sirup dan Dodol habis dibeli oleh pengunjung. Demikian pula bibit Jambu juga habis terbeli. Tidak ketinggalan Pisang Raja Bulu yang menjadi salah satu icon Kendal juga ludes tanpa sisa.

Kegiatan seperti ini memang sangat bermanfaat untuk semakin meningkatkan semangat khususnya petani untuk berkarya, berinovasi dan tekun dalam memasarkan produk-produknya.

 
 
 
 
Copyright © Agri Care Community